PENGEMBANGAN LIP BALM NANOPARTIKEL EKSTRAK DAUN ALPUKAT DENGAN EVALUASI TOTAL FENOLIK DAN AKTIVITAS SUN PROTECTION FACTOR (SPF) IN VITRO
DOI:
https://doi.org/10.52689/higea.v18i2.10Keywords:
Lip balm; nanopartikel; ekstrak daun alpukat; fenolik total; SPF in vitroAbstract
Bibir memiliki lapisan stratum korneum yang lebih tipis dibandingkan kulit wajah sehingga lebih rentan mengalami kerusakan akibat paparan radiasi ultraviolet (UV). Daun alpukat (Persea americana) diketahui mengandung senyawa fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan dan fotoprotektor, namun pemanfaatannya dalam sediaan lip balm berbasis nanopartikel serta evaluasi aktivitas sun protection factor (SPF) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan memformulasikan lip balm nanopartikel ekstrak daun alpukat dan mengevaluasi mutu fisik serta aktivitas SPF in vitro. Ekstrak daun alpukat diperoleh melalui maserasi dengan etanol 70% (rendemen ekstrak 10,53%) dan dianalisis kadar fenolik totalnya dengan metode Folin-Ciocalteu. Nanopartikel ekstrak dibuat menggunakan homogenizer dan ultrasonic homogenizer, kemudian dikarakterisasi dengan particle size analyzer (PSA). Nanopartikel selanjutnya diformulasikan menjadi lip balm dengan variasi konsentrasi 0% (F0), 5% (F1), 10% (F2), dan 15% (F3), dievaluasi mutu fisiknya, dan diuji aktivitas SPF secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Kadar fenolik total ekstrak sebesar 207,84 ± 0,12 mgGAE/g. Nanopartikel yang dihasilkan berukuran 15,8-20,5 nm dengan indeks polidispersitas 0,210-0,416 dan potensial zeta -40,5 hingga -41,9 mV, menunjukkan sistem nano yang stabil secara koloid. Seluruh formula lip balm memiliki pH 5, bersifat homogen, dengan daya sebar 3,07-3,39 cm dan titik lebur akhir 55,67-57,67°C. Nilai SPF meningkat seiring peningkatan konsentrasi nanopartikel ekstrak, yaitu 29,13±0,05 (F1), 31,50±0,03 (F2), dan 45,79±0,02 (F3). Hasil ini menunjukkan bahwa nanopartikel ekstrak daun alpukat berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif fotoprotektif alami dalam sediaan kosmetik bibir.

