UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN STABILITAS SEDIAAN FOOT SPRAY EKSTRAK DAUN MATOA (Pometia pinnata) METODE ULTRASONIC ASSISTED EXTRACTION TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis
DOI:
https://doi.org/10.52689/higea.v18i2.2Abstract
Daun matoa (Pometia pinnata) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang efektif sebagai antibakteri. FOMO atau fenomena fear of missing out berolahraga menimbulkan permasalahan baru yaitu munculnya keluhan bau kaki. Kondisi ini disebabkan oleh hipersekresi keringat yang berinteraksi dengan bakteri, salah satunya Staphylococcus epidermidis yang berperan dalam timbulnya bau tidak sedap. Permasalahan bau kaki dapat diatasi dengan ekstrak daun matoa yang diinovasikan menjadi sediaan foot spray. Sediaan foot spray merupakan sediaan topikal sebagai pembersih kaki dan antibakteri penyebab bau kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas sediaan dan aktivitas antibakteri dari sediaan foot spray berbasis ekstrak daun matoa (Pometia pinnata) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode Ultrasound Asissted Extraction (UAE) pada frekuensi 40 KHz selama 20 menit dengan suhu 40-50˚C. Pengujian skrining fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa aktif pada tanaman tersebut meliputi uji flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Sediaan foot spray ekstrak daun matoa diformulasikan dengan konsentrasi 2%, 4%, dan 6% yang kemudian dilakukan uji stabilitas dan aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan mengukur diameter zona bening di sekitar kertas cakram. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA untuk mengamati perbedaan aktivitas antibakteri antara konsentrasi ekstrak dan kontrol positif maupun negatif. Hasil penelitian menunjukkan sediaan stabil selama penyimpanan dan didapatkan nilai zona hambat kategori sedang yaitu pada F1 sebesar 8,77mm; F2 sebesar 9,25mm; dan F3 sebesar 9,29mm. Hasil tersebut menunjukkan ekstrak daun matoa berpotensi dimanfaatkan sebagai antibakteri pada formulasi sediaan foot spray.
