UJI TOKSISITAS SUBAKUT EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) TERHADAP PARAMETER HEMATOLOGI
DOI:
https://doi.org/10.52689/v18i1.35Keywords:
Toksisitas subakut, Averrhoa bilimbi L, Hematologi, mencit BALB/cAbstract
Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) banyak digunakan sebagai rempah-rempah dan obat tradisional, yang mengandung beberapa senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Selain itu, keamanan ekstrak etanol daun belimbing wuluh masih perlu dibuktikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan toksisitas sub akut ekstrak etanol daun belimbing wuluh (EEDBW) terhadap parameter hematologi pada tikus jantan BALB/c. Dua puluh hewan uji dibagi secara acak menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol normal (Na CMC) dan kelompok peroral ekstrak etanol daun belimbing wuluh pada dosis 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, dan 800 mg/kg BB selama 21 hari. Parameter hematologi yang diamati adalah eritrosit, leukosit, trombosit, hemoglobin, hematokrit, MCV, MCHC dan RDW. Parameter hematologi diukur pada hari ke-21. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya kematian maupun morbiditas pada uji toksisitas subakut. Studi ini menunjukkan bahwa EEDBW relatif aman untuk tikus jantan BALB/c. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EEDBW tidak memengaruhi jumlah seluruh parameter hematologi secara signifikan (p < 0,05) jika dibandingkan dengan kelompok normal. Dapat disimpulkan bahwa EEDBW tidak memiliki efek toksik sub akut terhadap parameter hematologi








