UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN MOUTHWASH DARI EKSTRAK DAUN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica F.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans
DOI:
https://doi.org/10.52689/higea.v18i2.3Abstract
Kangkung air (Ipomoea aquatica F.) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak tumbuh di Indonesia yang telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional seperti sulit tidur dan keracunan makanan, juga pengobatan yang terkait aktivitasnya sebagai antibakteri, misalnya untuk kencing nanah, radang gusi dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans, penyebab utama karies gigi. Prevalensi karies gigi yang tinggi, terutama disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans, mendorong pencarian alternatif obat kumur herbal yang lebih aman. Daun kangkung air (Ipomoea aquatica F.) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Metodologi penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan ekstrak etanol daun kangkung air yang diperoleh dengan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE). Ekstrak diformulasikan menjadi sediaan mouthwash dalam tiga konsentrasi (10%, 20%, dan 30%). Evaluasi meliputi skrining fitokimia, uji mutu fisik (organoleptis, homogenitas, pH, viskositas), dan uji aktivitas antibakteri terhadap S. Mutans menggunakan metode well diffusion. Data zona hambat dianalisis dengan ANOVA. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak positif mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Semua formula mouthwash memenuhi persyaratan mutu fisik (pH 5,13-6,26; viskositas <7,25 cP). Uji antibakteri menghasilkan zona hambat rata-rata: konsentrasi 10% (4,62 mm – kategori lemah), 20% (10,79 mm – sedang), dan 30% (12,92 mm – kuat). Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antar konsentrasi (p<0,05).
