ANALISIS KEJADIAN HIPERTENSI INTRADIALITIK PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENDAPATKAN TERAPI ANTIHIPERTENSI DI RUMAH SAKIT BAPTIS KEDIRI
DOI:
https://doi.org/10.52689/higea.v18i2.5Keywords:
Antihipertensi; Chronic Kidney Disease; Hemodialisa; Hipertensi IntradialisisAbstract
Hipertensi intradialisis merupakan komplikasi akut yang sering terjadi pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil demografi dan mengevaluasi efektivitas terapi antihipertensi tunggal dan kombinasi berdasarkan perubahan tekanan darah pada pasien CKD di Rumah Sakit Baptis Kediri. Penelitian menggunakan desain observasional analitik prospektif terhadap 99 pasien periode Januari 2024 - Desember 2025 dengan teknik purposive sampling. Pasien didominasi perempuan (56,57%), kelompok usia 55–64 tahun (49,49%), dengan penyakit penyerta terbanyak anemia (33,3%) dan hipertensi (32,3%). Terapi tunggal terbanyak adalah furosemide (24 pasien) dan amlodipine (14 pasien), sedangkan kombinasi terbanyak adalah amlodipine + furosemide (25 pasien), diikuti amlodipine + valsartan (17 pasien), dan triple therapy amlodipine + furosemide + valsartan (14 pasien). Rentang waktu pemberian obat sebelum hemodialisa bervariasi antara 0,5 hingga 37,1 jam antar kelompok terapi. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan tekanan darah yang bermakna (p = 0,000) pada sebagian besar kelompok terapi. Terapi kombinasi menunjukkan efektivitas lebih besar dibandingkan monoterapi dalam mengendalikan tekanan darah pasien CKD yang menjalani hemodialisa
Downloads
Published
Versions
- 2026-10-01 (2)
- 2026-09-29 (1)
