POTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN LANDEP (Barleria prionitis L.) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP Cutibacterium acnes
Keywords:
antibakteri, Barleria prionitis L, Cutibacterium acnes, daun landep, zona hambatAbstract
Akne vulgaris, gangguan inflamasi kulit kronis yang umum pada remaja dan dewasa muda, utamanya dipicu oleh infeksi bakteri Cutibacterium acnes. Terapi antibiotik jangka panjang rentan memicu resistensi, sehingga mendesak perlunya pengobatan alternatif dari bahan alam. Daun landep (Barleria prionitis L.) diketahui mengandung ragam metabolit sekunder—seperti alkaloid, flavonoid, tanin, steroid, dan saponin yang berpotensi kuat sebagai agen antibakteri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas antibakteri dari ekstrak etanol 96% daun landep terhadap pertumbuhan C. acnes. Riset ini menggunakan desain eksperimental laboratorium murni dengan metode ekstraksi maserasi memakai pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan melalui metode difusi cakram pada variasi konsentrasi 2%, 4%, 8%, dan 16%. Klindamisin serta etanol 96% masing-masing digunakan sebagai kontrol positif dan negatif. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji One-Way ANOVA. Hasil eksperimen memvalidasi bahwa ekstrak daun landep mampu menekan pertumbuhan C. acnes. Respons daya hambat paling optimal dicapai pada konsentrasi 16% dengan diameter zona bening sebesar 10,66 mm (kategori kuat). Sementara itu, dosis 8%, 4%, dan 2% berturut-turut menghasilkan zona hambat 8,25 mm; 6,16 mm; dan 5,83 mm (kategori sedang). Disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun landep terbukti efektif menghambat C. acnes, dengan puncak efektivitas pada takaran 16%.








