UJI SITOTOKSIK EKSTRAK ETIL ASETAT DARI CAMPURAN DAUN TEH HIJAU DAN TEH HITAM (Camellia sinensis (L.) kuntze)

Authors

  • Dwi Dinni Aulia Bakhtra Departemen Biologi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Padang (STIFARM PADANG), Padang, Indonesia
  • Suwigo Rozen Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFARM) Padang, Sumatera Barat, Indonesia
  • Aried Eriadi Departemen Biologi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Padang (STIFARM PADANG), Padang, Indonesia

Abstract

Daun teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami dari alam. Daun teh memiliki kandungan senyawa-senyawa bermanfaat seperti alkaloid, purin (metil xantin), kafein, teobromin dan senyawa lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai sitotoksikitas ekstrak etil asetat campuran daun teh hijau dan daun teh hitam dengan perbandingan 1:1. Proses ekstraksi daun teh menggunakan metode maserasi, skrining fitokimia dengan reaksi warna, dan aktivitas sitotoksik dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Dari hasil penelitian diperoleh rendemen ekstrak campuran 9,25%. Kandungan metabolit sekunder campuran ekstrak etil asetat teh hijau dan teh hitam adalah alkaloid, saponin, flavonoid, fenol, tanin, dan terpenoid. Hasil uji sitotoksik didapatkan nilai LC50 sebesar 13,7566 μg/mL. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa campuran ekstrak memiliki aktivitas sitotoksik yang sangat baik.

Downloads

Published

2026-04-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

UJI SITOTOKSIK EKSTRAK ETIL ASETAT DARI CAMPURAN DAUN TEH HIJAU DAN TEH HITAM (Camellia sinensis (L.) kuntze) . (2026). Jurnal Farmasi Higea, 18(1), 28-34. https://ojs.jurnalfarmasihigea.org/index.php/jfh/article/view/5