ANALISA SKRINING FITOKIMIA, PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK EKSTRAK DAUN EKINASE (Echinacea purpurea (L.) Moench)
Abstract
Pendahuluan: Pengobatan tradisional di Indonesia telah terbukti efektif dan digunakan secara turun-temurun. Echinacea merupakan salah satu tanaman yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. E. purpurea adalah tanaman obat yang berasal dari Amerika Utara. E. purpurea memiliki berbagai manfaat, termasuk sebagai antioksidan, agen anti-inflamasi, dan peningkat daya tahan tubuh (immunomodulator). Tujuan Penelitian ini untuk melakukan skrining fitokimia serta menganalisis parameter spesifik dan nonspesifik dari ekstrak daun ekinase. Metode: pada penelitian ini dilakukan uji skrining fitokimia pada infusa daun johar dan dilakukan uji parameter spesifik dan parameter non spesifik. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun ekinase dengan pelarut bertingkat mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, tanin dan terpenoid. Pada uji parameter spesifik didapatkan hasil kadar sari larut air masing-masing ekstrak yaitu 4,74%, 22,8% dan 20,31% sedangkan kadar sari larut etanol diperoleh hasil 10,42%, 13,6% dan 13,48%. Pada uji parameter non spesifik hasil penetapan kadar susut pengeringan masing-masing ekstrak daun ekinase diperoleh nilai sebesar 98,55%, 101,55% dan 98,81%. Sedangkan nilai kadar air yang diperoleh adalah 1,8%, 0,02% dan 2,56%, Kesimpulan: bahwa ekstrak daun ekinase dengan pelarut bertingkat memiliki berbagai senyawa metabolit sekunder sesuai dengan polaritas pelarut yang digunakan dan pada pengujian parameter non spesifik didapatkan hasil yang tidak memenuhi syarat yaitu kadar sari larut air ekstrak n-heksan, sedangkan pada parameter spesifik didapatkan hasil kadar susut pengeringan tidak memenuhi syarat.







