PROFIL PENGGUNAAN DAN KEAMANAN OBAT ANTI INFLAMASI NON STEROID (OAINS) PADA PASIEN OSTEOARTRITIS DI RS X KUDUS
Keywords:
OAINS, Osteoartritis, Profil penggunaan obat, Keamanan obatAbstract
Osteoartritis (OA) merupakan penyakit peradangan sendi sinovium yang paling umum ditemui pada populasi lansia dan orang dewasa khususnya wanita yang menjadi faktor utama penyebab disabilitas yang signifikan dalam aktivita sehari-hari. Pada terapi farmakologi digunakan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) sebagai pilihan utama dalam pengobatan osteoartritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengevaluasi profil penggunaan dan efek samping dari obat anti inflamasi non steroid (OAINS) pada pasien osteoartritis di RS X Kudus. Penelitian ini menggunakan desain descriptive univariat dengan pengambilan data retrospektif dari data rekam medis pasien melalui metode purposive sampling. Analisis data meliputi karakteristik pasien, profil penggunaan OAINS, serta prevalensi efek samping. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien OA di RS X Kudus di dominasi oleh jenis kelamin perempuan (72,9%), kelompok usia 56-65 (34,7%), IMT (53,4%), durasi penyakit >12 bulan (55,9%), jenis perawatan rawat jalan (89,8%), durasi terapi OAINS > 3 minggu (78,8%), terapi yang didapatkan OAINS selektif (62,7%), dengan penyakit penyerta terbanyak hipertensi (20,3%), dan penggunaan obat lainnya terbanyak yaitu suplemen (43,2%). Profil penggunaan OAINS menunjukkan bahwa OAINS selektif lebih banyak digunakan, yaitu pada 74 pasien (62,7%), dengan meloxicam dosis 15 mg sebagai OAINS yang paling sering diresepkan sebanyak 48 pasien (40,7%). Keamanan penggunaan OAINS secara umum tergolong baik karena sebagian besar pasien tidak mengalami efek samping, yaitu sebanyak 83 pasien (70,3%), dengan dispepsia sebagai efek samping terbanyak yang dialami oleh 26 pasien (22,0%).







