ANALISIS EFEKTIVITAS ANTIBIOTIK EMPIRIS PADA SEPSIS NEONATUS DI RSUD HAJI PROVINSI JAWA TIMUR

Authors

  • Nurul Damayanti Universitas Hang Tuah image/svg+xml
  • Sefty Khoif Tsani Fakultas Farmasi, Universitas Hang Tuah
  • Aulia Putri Muazzarah Fakultas Farmasi, Universitas Hang Tuah
  • Putri Ramadhani Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFARM) Padang, Sumatera Barat, Indonesia

Keywords:

Sepsis neonatus, ampisilin, gentamisin, meropenem, amikasin

Abstract

Sepsis neonatus merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada neonatus, sehingga penggunaan antibiotik yang tepat menjadi sangat penting untuk meningkatkan outcome klinis serta menekan angka resistensi. Tujuan: menganalisis pola penggunaan antibiotik pada pasien sepsis neonatus yang meliputi antibiotik yang digunakan, durasi penggunaan, hingga  outcome klinis di ruang NICU RSUD Haji Provinsi Jawa Timur. Desain penelitian menggunakan metode cross-sectional retrospektif pada periode Oktober 2023–Desember 2024. Hasil: dari 33 pasien sepsis neonatus yang memenuhi kriteria inklusi, mayoritas berjenis kelamin laki-laki sebesar 63,64%, lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) sebesar 54,55%, dilahirkan melalui operasi sesar sebanyak 57,58% dan mengalami sepsis onset dini (78,79%). Antibiotik lini pertama yang sering digunakan adalah kombinasi ampisilin-gentamisin sebanyak 60,61% dengan durasi penggunaan antibiotik ≤7 hari sebanyak 42,42%. Antibiotik lini kedua sebesar 39,39% digunakan pada sepsis neonatus dengan rujukan dan dengan kategori late onset. Efektivitas pemberian antibiotik dilihat dari outcome klinis yang meliputi tingkat kesembuhan sebesar 57,58% dan membutuhkan lama rawat inap ≤7 hari sebanyak 36,36%. Kesimpulan: Secara keseluruhan, pemberian antibiotik di RSUD Provinsi Haji menggunakan antibiotik lini pertama ampisilin-gentamisin dengan durasi penggunaan antibiotik ≤7 hari. Antibiotik lini pertama kombinasi ampisilin-gentamisin terbukti efektif yang dapat dilihat melalui outcome klinis yaitu tingkat kesembuhan yang tinggi dan membutuhkan rawat inap yang singkat. Namun, di beberapa kasus atau kondisi, kombinasi ampisilin-gentamisin menunjukkan resistensi yang dilihat dari hasil kultur positif sebanyak 5 kasus.

 

Downloads

Published

2026-05-07

Issue

Section

Articles

How to Cite

ANALISIS EFEKTIVITAS ANTIBIOTIK EMPIRIS PADA SEPSIS NEONATUS DI RSUD HAJI PROVINSI JAWA TIMUR. (2026). Jurnal Farmasi Higea, 18(1), 35-43. https://ojs.jurnalfarmasihigea.org/index.php/jfh/article/view/1

Most read articles by the same author(s)